Belajar Dari Sebuah Kegagalan

Refleksi diri adalah salah satu upaya bagi diri untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan diri kita gagal. Sumber gambar: http://www.google.co.id

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Begitulah pepatah mengatakannya. Pernahkah Anda mengalaminya? Tentu sebagian besar diri kita atau bahkan semua manusia pernah mengalaminya, termasuk  diri saya. Namun masing-masing orang tingkat kegagalannya berbeda satu dengan yang lainnya. Ketika kita mengalaminya, hal yang paling sulit adalah menerima kegagalan itu. Suatu keadaan di mana kita sulit menerimanya adalah sesuatu yang wajar sebagai bentuk reaksi kita. Namun kegagalan sesungguhnya tidaklah selalu membawa wajah yang buruk atau tidak baik bagi kehidupan kita. Di balik kegagalan itu pasti ada “pesan” yang dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup kita ke arah yang lebih baik. Bagaimana caranya agar kegagalan itu dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup kita?

Sebagaimana pepatah di atas, bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Dengan mengalami kegagalan, kita dapat merencanakan keberhasilan kita untuk waktu berikutnya. Dalam merencanakan keberhasilan tersebut, tentunya kita melihat hal-hal apa saja yang telah membuat kita gagal, sehingga dalam perencanaan tersebut kita dapat memperbaiki segala kekurangan atau hal-hal yang telah membuat diri kita gagal tersebut. Dalam hal ini kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri agar dalam meraih keberhasilan untuk waktu berikutnya kita telah siap. Kesempatan itu adalah waktu di mana kita diminta untuk refleksi diri untuk melihat jauh ke dalam, sehingga dengan demikian kita dapat menyadari penyebab kegagalan tersebut. Dengan demikian kita juga dapat menerima kegagalan tersebut sebagai “ketidaklengkapan” kita dalam menyiapkan segala sesuatunya, baik yang berasal dari dalam maupun luar diri kita.

Kegagagalan dapat membawa “wajah” yang buruk bagi kehidupan kita, karena kita selalu menyalahkan keadaan di luar diri kita. Keadaan itu bisa berupa benda, cuaca/iklim ataupun manusia dan situasi dan kondisi lainnya di luar diri kita. Kita tidak pernah melihat diri jauh ke dalam dan bertanya kepada diri sendiri mengapa kita gagal. Sikap yang demikian akhirnya membuat diri kita merasa selalu benar dan keadaan selalu salah. Selain itu, sikap yang demikian juga akhirnya membuat diri kita sulit menerima kegagalan tersebut.

Dengan demikian kegagalan tidaklah selalu membawa wajah yang buruk bagi kehidupan kita. Kegagalan juga dapat membuat kualitas hidup kita menjadi lebih baik, jika kita dapat menyadari hal-hal yang menjadi penyebab kegagalan tersebut dan tanpa menyalahkan keadaan di luar diri kita. Sebab keadaan di dalam diri kita juga ternyata dapat menjadi penyebab kegagalan tersebut. Menyadarinya melalui refleksi diri adalah hal yang baik agar kita dapat memaknai kegagalan yang baru saja kita alami tersebut sebagai keberhasilan yang tertunda. So…buat apa kita takut dengan kegagalan?

About these ads

Perihal Amandus Tena Labaketoy
Aku adalah seorang manusia biasa yang ingin terus belajar sampai akhir hayatku....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: