Apakah Anda Malas Belajar…???

Tugas pokok siswa adalah belajar. Sumber gambar: http://www.google.co.id

Pada dasarnya kegiatan belajar pada diri tiap orang berlangsung sepanjang hayatnya. Namun pertanyaan atau judul di atas saya khususkan bagi para remaja yang masih berstatus sebagai pelajar. Kalau Anda sebagai siswa, apakah Anda sering mengalami keadaan tersebut? Atau keadaan ini memang sudah menjadi kebiasaan Anda sehari-hari? Tentu yang tahu persis keadaan tersebut adalah diri Anda sendiri, mungkin juga orangtua Anda.

Sebagai siswa, kegiatan belajar adalah hal pokok yang semestinya mendapatkan porsi yang lebih banyak dari kegiatan lainnya, selain dari rutinitas istirahat malam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari keinginan/tekad dari tiap siswa untuk mendapatkan bekal ilmu demi kehidupannya di masa yang akan datang. Karena setiap hasil dari pengalaman belajarnya itu akan ia gunakan dalam menjalani hidupnya dan dalam usahanya mendapatkan masa depannya. Namun kebiasaan belajar yang baik yang ditanamkan dalam diri tiap tidaklah semua dimiliki oleh setiap siswa. Ada siswa yang sudah baik melakukan kewajiban belajarnya. Namun tidak sedikit juga siswa yang masih “malas” melakukan kewajibannya sebagai pelajar, yaitu belajar. Siswa yang masih malas dalam melakukan kegiatan belajarnya perlu mencari tahu (orangtua sebaiknya juga perlu) apa yang menjadi penyebab dirinya “malas belajar”. Hal itu dapat bersumber dari dua sisi, yaitu penyebab atau faktor yang berasal dari luar (faktor eksternal) diri siswa dan faktor yang berasal dari dalam (faktor internal) diri siswa. Faktor-faktor ini saya kenal dan ketahui dari beberapa referensi, namun lebih banyak saya ketahui berdasarkan pengalaman saya mendampingi siswa di sekolah. Berikut adalah faktor-faktor tersebut.

Faktor Eksternal

Beberapa faktor yang berasal dari luar diri siswa yang dapat saya sebutkan di sini di antaranya adalah lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, pengaruh teman sebaya, minimnya dukungan dan perhatian dari keluarga/orangtua dan guru, termasuklah juga sarana prasarana belajar yang kurang mencukupi atau memadai. Seorang siswa yang rumahnya dekat dengan jalan raya atau rel kereta api akan sering mendapatkan polusi suara. Orangtua atau guru yang memberikan kebebasan kepada anaknya/siswanya untuk bebas menentukan kegiatan yang disenanginya akan mendorong siswa melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar kegiatan wajibnya, seperti belajar. Karena tingkah laku mereka lebih besar dipengaruhi oleh teman sebayanya. Selain itu keterbatasan sarana prasarana belajar seperti buku sumber, kamus, alat tulis, buku catatan, meja belajar, lampu penerangan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sarana prasarana, dapat membuat siswa menjadi antipati dengan kegiatan belajarnya. Biasanya siswa yang demikian “mendoktrin” dirinya dengan keyakinan untuk apa aku belajar, karena apa yang mau dipelajari semuanya tidak ada, seperti buku sumber dan berbagai fasilitas lainnya yang dapat menunjang kegiatan belajarku. Setidaknya inilah beberapa hal yang berasal dari luar diri siswa yang menjadi penyebab ia malas melakukan kegiatan belajarnya.

Faktor Internal

Sementara itu faktor internal yang menjadi penyebab dirinya malas belajar adalah rendahnya motivasi belajarnya (bahkan berdasarkan pengalaman ada satu dua orang yang sama sekali tidak mempunya motivasi belajar). Rendahnya motivasi belajar yang dimiliki tiap siswa membuat dirinya bagaikan orang yang tidak memiliki tujuan. Ia tidak tau mau ke mana dan apa yang harus ia lakukan. Bahkan beberapa siswa/siswi yang pernah saya tanyai katanya, “saya sekolah karena hanya ingin menyenangkan orangtuaku saja”. Ada juga yang mengatakan bahwa “tujuan saya sekolah hanya ingin mencari teman, sebab semua teman yang seusiaku semuanya pada sekolah”. Sungguh ironis memang. Maka tidak mengherankan apabila siswa/siswi yang demikian baru akan belajar ketika akan dilakukan tes atau ulangan. Itupun ia lakukan untuk menghindari supaya nilai rapornya tidak banyak mendapatkan nilai minus. Padahal dalam kegiatan belajar, motivasi diperlukan supaya ia dapat memberikan arah dan tujuan yang jelas dari setiap kegiatan yang dilakukan tersebut. Karena setiap kegiatan yang dilakukannya selalu didasari pada apa yang mendorongnya untuk melakukan kegiatannya (belajar) tersebut. Selain rendahnya motivasi, hal lain yang dapat membuat diri siswa menjadi malas belajar adalah rendahnya keinginan untuk berprestasi. Siswa yang demikian biasanya memiliki prinsip hidup “pasrah pada keadaan, biarkan nasib yang berbicara”.

Inilah beberapa hal yang menjadi penyebab siswa/siswi atau anak-anak kita menjadi malas belajar. Sekali lagi bahwa informasi ini lebih banyak saya dapatkan dari pengalaman saya mendampingi para siswa di sekolah. Dengan mengetahui beberapa hal di atas, kita berharap semoga semua pihak yang mempunyai perhatian besar pada pendidikan anak, saling bahu-membahu menciptakan suasana yang dapat meningkatkan keinginan belajar yang tinggi dalam diri tiap anak atau siswa/siswi kita.

 

 

Perihal Amandus Tena Labaketoy
Aku adalah seorang manusia biasa yang ingin terus belajar sampai akhir hayatku....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: