Persimpangan Jalan Kehidupan

Jalan mana yang akan kupilih…? Sumber gambar: http://www.google.co.id

Pernahkah Anda ketika bepergian ke suatu tempat dan menjumpai beberapa persimpangan? Apakah Anda bingung memilih simpang atau jalan yang mana yang tepat menuju tujuan Anda? Saya kira masing-masing di antara kita pernah mengalaminya. Itulah hidup. Hidup adalah pilihan dari sekian banyak alternatif kegiatan atau hal-hal apa saja yang kita jumpai, alami atau lakukan dalam hidup kita.

Ilustrasi pada gambar di samping adalah bukti bahwa dalam hidup yang kita jalani selama ini ada sejumlah pilihan yang harus kita pilih. Pilihan tersebut bisa saja membawa kebaikan pada diri kita dan bisa juga membawa keburukan pada diri kita. Oleh karena itu kitalah yang menentukannya, bukan orang lain. Baik dan buruk merupakan pilihan hidup dan itu ada di tangan kita.

Berbagai persimpangan jalan kehidupan yang dimaksud di sini adalah prestasi, kerja keras, disiplin, setia pada isteri/keluarga, sopan, pengertian, pemabuk, foya-foya, wanita, perampok, penjudi, narkoba, dsb. Setiap orang bebas memilih jalan kehidupannya masing-masing. Apabila ia memilih persimpangan jalan kehidupan yang baik, maka akan menjadikannya baik. Apabila ia memilih persimpangan jalan kehidupan yang tidak baik, maka pilihannya tersebut akan membawa keburukan/ketidakbaikan dalam dirinya. Sebagai contoh, kalau saya memilih setia pada isteri/keluarga, maka saya akan mendapatkan kasih sayang dari mereka dan saya tidak akan kehilangan mereka, kecuali oleh maut. Kalau saya memilih wanita, yang akan terjadi mungkin keluarga akan membenci saya, membuang saya, menceraikan saya atau bisa saja saya mengidap penyakit AIDS.

Dalam hal ini, kita perlu mempertimbangan matang-matang setiap keputusan yang akan kita ambil. Sebab saat ini ada begitu banyak pilihan “persimpangan jalan kehidupan” yang bisa menjerumuskan kita pada keburukan. Sebut saja seorang koruptor. Seorang koruptor adalah salah satu contoh orang yang mengambil jalan pintas untuk mencari kekayaan. Ia tidak mau bersusah payah membanting pikiran, tenaga untuk mencari kekayaan. Baginya korupsi adalah jalan satu-satunya yang cepat dapat menjadikannya orang yang kaya. Tetapi tindakannya akhirnya membuat nama baiknya menjadi buruk dan harga dirinya menjadi turun.

Selain mempertimbangkan matang-matang setiap keputusan yang akan kita pilih, kita juga perlu melihat untung-ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan kita ambil itu bagi diri, keluarga maupun masyarakat. Kita juga perlu memperkuat diri dengan nilai-nilai agama agar iman kita semakin kuat, tidak mudah goyah oleh berbagai “persimpangan jalan kehidupan” yang bisa saja membawa keburukan dalam diri kita.

Akhirnya yang paling penting yang harus kita miliki adalah “prinsip dan tujuan hidup yang jelas”. Kalau prinsip dan tujuan hidup kita mengarah pada kebaikan, jadilah pribadi yang baik. Apabila prinsip dan tujuan hidup kita mengarah pada hal-hal yang buruk, pertimbangkanlah itu selama masih ada kesempatan untuk mempertimbangkannya. Hidup adalah pilihan. Baik dan buruk hidup ini ada di tangan kita sendiri.

Perihal Amandus Tena Labaketoy
Aku adalah seorang manusia biasa yang ingin terus belajar sampai akhir hayatku....

3 Responses to Persimpangan Jalan Kehidupan

  1. sarimbi mengatakan:

    Hee..emmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: