Rasa “Sakit” Dapat Disembuhkan Dengan Bersikap Asertif

Mengeluh adalah kebiasaan manusia yang sulit dihilangkan. Hampir setiap hari kita mengeluh dengan permasalahan yang sedang kita hadapi. Ada yang mengeluh karena mendapat perlakuan yang tidak adil dari rekan sejawat, pimpinan atau teman. Ada juga yang mengeluhkan keadaan fisiknya yang begini begitu atau keadaan keuangannya yang sudah “sekarat” dan keluhan-keluhan lainnya. Dalam hal ini banyak di antara kita yang hanya tinggal diam dan memilih untuk memendam masalahnya. Keadaan ini tentu dapat berpotensi menimbulkan stress dalam diri kita…dan memang diakui, bahwa banyak di antara kita yang stress karenanya. Jika hal ini terus dibiarkan akan membawa masalah baru dalam hidup dan dapat mengganggu kehidupan psikologis kita.

Bersikap asertif akan membuat diri kita lebih berani mengungkapan rasa “sakit” yang kita alami selama ini.  Menurut Alberti & Emmons, bersikap asertif adalah “sarana untuk menjadikan hubungan Anda lebih setara”. Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa “perilaku yang asertif mempromosikan  kesetaraan dalam hubungan manusia, untuk membela diri sendiri tanpa kecemasan yang tidak semestinya, untuk mengekspresikan perasaan dengan jujur dan nyaman, untuk menerapkan hak-hak pribadi kita tanpa menyangkali hak-hak orang lain”.

Kalau Alberti & Emmons mengatakan dengan bersikap asertif kita dapat membuat hubungan kita menjadi setara dengan sesama, mengapa kita sulit untuk melakuknnya? Tentu ada penyebabnya. Dalam banyak kasus, kita cenderung tidak berani bersikap asertif karena takut dengan atasan/pimpinan, takut dipecat, takut ditinggalkan teman, cemas/khawatir kalau bersikap asertif akan dibenci orang-orang terdekat atau pimpinan, dan lain sebagainya. Rasa takut, cemas atau khawatir ini telah menjadi “Tembok Berlin” yang memisahkan dan membatasi hubungan kita dengan sesama, sehingga kita merasa tidak setara dengan beberapa pribadi lainnya. Inilah yang membuat diri kita sulit untuk bersikap asertif.

Hal di atas senada dengan yang diungkapkan Alberti & Emmons, bahwa ada tiga hambatan yang membuat seseorang atau kita sulit untuk bersikap asertif atau terbuka dan jujur atas sejumlah masalah yang kita hadapi dalam hubungan kita dengan sesama. Ketiga hal tersebut yaitu:

  1. Banyak orang yang tidak percaya bahwa mereka punya hak untuk bersikap asertif.
  2. Banyak orang yang sangat cemas atau takut untuk bersikap asertif.
  3. Banyak orang yang kurang terampil dalam mengekspresikan diri secara efektif.

Dari beberapa rumusan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa prinsip utama dalam keasertifan adalah (1) keberanian untuk terbuka dan jujur mengungkapkan masalah yang sedang dihadapi dan (2) keterampilan dalam mengungkapkan atau mengkomunikasikannya dengan sesama tanpa membuat orang lain tersinggung.

Dengan berpegang pada prinsip di atas, mari kita buat satu perubahan dalam hidup kita yang membuat hubungan kita setara dengan sesama. Hal ini dapat kita mulai dengan mengatakan apa yang kita lihat, mengatakan apa dan bagaimana perasaan kita, atau mengatakan apa yang kamu inginkan. Misalnya kalau Anda sedang berada dalam angkutan umum, dan melihat ada orang lain yang sedang merokok, maka kalau Anda bersikap asertif tentu Anda akan berkata: maaf mas/pak, saya terganggu dengan asap rokoknya. Kalau yang bersangkutan dapat menghargai orang lain, maka ia akan mematikan rokoknya setelah mendengar keluhan Anda.

Akhirnya sebagai penutup, mungkin kita perlu mendiskusikan kalimat ini: “Dengan mengembangkan kemampuan untuk membela diri dan melakukan hal-hal berdasarkan inisiatif sendiri, Anda akan mampu mengurangi stress dan meningkatkan harga diri Anda sebagai manusia” (Alberti & Emmons).

 

Daftar Bacaaan/Sumber:

Alberti, Robert & Michael Emmons. 2002. Terj. Your Perfect Right. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

About these ads

Perihal Amandus Tena Labaketoy
Aku adalah seorang manusia biasa yang ingin terus belajar sampai akhir hayatku....

One Response to Rasa “Sakit” Dapat Disembuhkan Dengan Bersikap Asertif

  1. rani mengatakan:

    maaf saya butuh bahan dari buku ini, tp saya tidak mendapatkannya dimana2, sbagai bahan skripsi. kira2 saya bisa mendapatkanny dmn yah? thanks before. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: