Menyiasati Waktu
26 Oktober 2010 3 Komentar
Sehari semalam kita diberi waktu sebanyak 24 jam. Namun tak jarang dari 24 jam yang telah ditetapkan Tuhan, sering kita tidak dapat memanfaatkan waktu tersebut dan di lain pihak dengan waktu yang jumlahnya sama tersebut, bisa mengurus perusahaan, bahkan rakyat. Hal itu menandakan bahwa waktu merupakan sebuah anugerah yang diberikan-Nya agar kita bisa kreatif mempergunakannya.
Agar waktu kita tidak terbuang percuma:
Atur jadwal kamu dengan agenda
Walaupun otak manusia memiliki kapasitas lebih dari komputer, tapi berhubung memori
kita yang sering tidak diasah, terutama bagi yang pelupa ada baiknya kita mengatur jadwal kegiatan kita dengan mempergunakan agenda secara detail, sehingga dapat melatih kita untuk disiplin.
Mencatat setiap janji yang kamu buat
Selain mencatat jadwal kegiatan keseharian yang detail, ada baiknya setiap janji yang kita buat juga dicatat di dalam agenda, sehingga bisa kita kolaborasikan dengan jadwal keseharian yang telah kita buat.
Buka dan periksa agenda setiap pagi atau malam hari
Agar setiap janji dan hal penting yang akan kita lakukan selesai sesuai dengan terget yang telah kita tetapkan, maka sudah seharusnya kita memeriksa agenda tempat kita menyusun rencana tersebut. Hal ini dapat membantu kita untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengerjakannya.
Jangan menunda-nunda pekerjaan
Setelah membuat jadwal dan mencatat di agenda, maka langkah selanjutnya ialah melaksanakan jadwal tersebut. Dengan tidak menunda setiap kegiatan yang telah kita jadwalkan sebelumnya, maka hal itu dapat mempelancar kita dalam melaksanakan kegiatan berikutnya. Selain itu, kita juga akan mendapatkan hasil yang optimal dalam setiap kegiatan yang kita lakukan tersebut.
Kerjakan apa yang perlu dikerjakan berdasarkan prioritas
Jangan lupa membuat skala prioritas untuk setiap kegiatan yang akan kamu kerjakan. Karena adakalanya tugas atau kegiatan yang pertama kita terima tapi pengumpulannya lebih lama maka tugas tersebut bisa kita “peti-kemaskan” terlebih dahulu, dan utamakanlah tugas kegiatan atau tugas yang memang mendesak.
Letakkan jam duduk di meja belajarmu
Karena jadwal yang kita susun dirancang dengan detail, selain mencantumkan tanggal,
hari, bahkan jam atau menit, maka kita harus selalu memperhatikan waktu secara detail. Apalagi dalam hal belajar maka kita harus memiliki jam tangan, jam dinding atau jam meja.
Belajar katakan tidak kalau ada yang mengajak disaat yang tidak tepat
Adakalanya kita telah menjadwalkan suatu kegiatan pada jam tertentu, tapi kemudian ada teman yang meminta diantar untuk berbelanja atau hal yang tidak mendesak (emergensi). Sebaiknya tegas untuk menolaknya, sejenak abaikanlah segala ketidakenakan tersebut. Ingat skala prioritas yang telah kita buat!

















Fiqh Prioritas, kita harus memprioritaskan yg harus kita prioritaskan
Duh, bisa nggak saya menyiasati waktu tsb spy efektif. Secara saya orangnya mudah tergoda utk melakukan pelanggaran
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah berkunjung di web blog saya ini. Jawabannya tentu BISA. Yang menjadi kendala adalah dari diri kita sendiri. Oleh karena itu apa yg sudah kita rencanakan sebelumnya harus kita laksanakan supaya diri kita terbiasa hidup “tertib dan teratur”. Namun kita juga harus fleksibel dalam melaksanakannya, terutama sesuatu yg di luar kendali diri kita.